Rahasia Dibalik Hari Asyuro

Bulan Muharom adalah salah satu dari bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah, sebagaimana yang telah diterangkan, bahwa bulan-bulan dalam setahun ada 12 bulan dan 4 diantaranya adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah(Asyhuril Hurum), yaitu; Muharrom, Rajab, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah.

Selain itu, Didalam bulan Muharom juga terdapat satu hari yang istimewa. Seperti halnya Nishfu Sya’ban di bulan Sya’ban. Lailatul Qodar dibulan Romadhon. Idul Fitri dan Idul Adha pada bulan Syawal dan Dzulhijjah. Muharom juga memiliki hari yang spesial, yaitu adalah Hari Asyuro.

Dalam suatu riwayat, dijelaskan, bahwa Allah dan Nabi Muhammad sangat memuliakan bulan Muharrom ini. Terlebih lagi pada tanggal 10 Muharrom atau yang biasa kita kenal dengan Asyuro.

Hal ini dikarenakan banyaknya peristiwa penting yang terjadi di Hari ini. Seperti Ditterimanya taubatnya Nabi Adam, Turunya Nabi Nuh dari Bahtera, Naiknya Nabi Isa kelangit, Selamatnya Nabi Musa dari Firaun, Selamatnya Nabi Ibrahim dari Apinya Namrud dan masih banyak peristiwa menakjubkan lainya. Dan semua itu terjadi pada hari Asyuro.

Oleh karenanya Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk berpuasa minimal dua hari di bulan muharrom, yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharrom atau bisa juga tanggal 10 dan 11 Muharrom.

Nabi menganjurkan untuk tidak berpuasa pada hari Asyuronya saja, karena yang demikian adalah seperti halnya puasanya orang Yahudi. Hal ini berrdasarkan hadist Nabi “Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang Yahudi(puasa pada hari asyuro saja). Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar).

Tak hanya di Dua hari itu saja, Nabi juga menganjurkan kita untuk berpuasa satu bulan penuh di bulan Muharrom karena kemuliaan dari bulan ini. Sebagaimana sabda Nabi

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim).

Kemudian Nabi Muhammad juga menganjurkan kita memperbanyak Shodaqoh dan memberi kepada siapapun, terutama pada masyarakat faqir dan miskin. Shodaqoh tersebut bisa berupa memberi makanan, berbagi rezeki ataupun hal baik lainya.

Nabi Muhammad juga menganjurkan kita untuk menyantuni anak yatim dan mengelus kepalanya. Dengan cara membahagiakan mereka, memberi mainan, pakaian baru dan lainya. Yang terpenting adalah membuat para anak yatim bahagia. Oleh karenanya Asyuro juga dikenal sebagai Hari Rayanya Anak-anak Yatim.

Lalu Nabi juga memerintahkan kita untuk mengistimewakan, membahagiakan, melapangkan Rezeki keluarga dan sanak saudara di hari Asyuro ini. Karena dalam sebuah sabdanya Nabi berkata

من وسع على عياله في يوم عاشوراء وسع الله عليه في سنته كلها

Artinya, “Orang yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura’, maka Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun tersebut,” (HR At-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Dan ini pernah di coba langsung oleh sahabat Sufyan Ats Tsauri. Dan ia pun berkata

إنا قد جربناه فوجدناه كذلك

Artinya, “Kami pernah mencobanya, dan kami memperoleh ganjarannya (kelapangan).”

Semoga kita semua bisa mengamalkan amalan-amalan tersebut dan memperoleh kemuliaan bulan Muharrom.[]

 

Disampaikan oleh KH. Abdurrohman. S.Pd.I

Ditulis kembali oleh Ziyad Al Mubarok

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.