NABI SULAIMAN; MAYAT YANG BERDIRI

Siapa yang tak tau dengan kisah Nabi Sulaiman? Ya beliau adalah salah satu nabi dari sekian banyak nabi yang ada di muka bumi ini. Beliau juga diklaim sebagai orang terkaya didunia. Kerajaanya meliputi golongan Manusia, Jin, dan para hewan. Kendaraanya berupa awan yang bisa terbang kemanapun ia kehendaki, dikatakan bahwa kecepatan awanya tersebut bisa menempuh jarak perjalanan dengan onta selama satu bulan hanya dalam waktu setengah hari, tentu saja ini semua adalah Karunia Allah.

Dikisahkan dalam kitab Hasiyah Showi ‘Ala Tafsir Jalalain, bahwasanya Allah menganugerahi Nabi Sulaiman dengan kekuasaan yang tak ada seorang pun didunia ini yang memiliki kekuasaan seperti Nabi Sulaiman. Allah juga mengaruniainya kemampuan untuk bisa memahami Bahasa hewan.

Setelah sekian lama berkuasa, sudah tibalah saatnya Allah memanggil Nabi Sulaiman. Namun kematian Nabi Sulaiman tidak seperti kematian orang pada umumnya. Beliau meninggal dalam keadaan berdiri dengan bersandar kepada tongkatnya.

Awalnya semuanya masih terasa biasa saja, semua masih berjalan Normal. Jin-jin yang masih bekerja, burung-burung yang berterbangan, para manusia yang sedang beribadah. Semua terasa normal, mereka masih belum mengetahui kalau Nabi Sulaiman telah wafat. Yang mereka tahu, Nabi Sulaiman hanya sedang berdiri, berdzikir, memantau dan mengawasi setiap gerak-gerik mereka.

Tapi tiba-tiba Nabi Sulaiman tersungkur jatuh ke tanah. Seketika semua yang ada di ruangan kerajaan itu panik dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata setelah diteliti Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan berdiri dan baru diketahui ketika tongkat kayu yang digunakan untuk menopang tubuh Nabi Sulaiman itu rapuh dan patah dimakan rayap.

Tak ada yang mengetahui kapan tepatnya kematian dari Nabi Sulaiman ini, hanya Allah lah yang tau. Perkiraan meninggalnya Nabi Sulaiman diketahui sekitar satu tahun, hal ini berdasarkan perkiraan lamanya rayap memakan tongkat Nabi Sulaiman. Jadi sebenarnya, Nabi Sulaiman telah wafat dalam keadaan berdiri selama satu tahun. Subahanallah, Tidak ada yang tak mungkin Jika Allah berkehendak, semua bisa terjadi.[]

Disampaikan oleh K.H Muhammad Shofi Al-Mubarok

Ditulis Kembali oleh Ziyad Mubarok

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.