Halo, Sahabat!
Siapa di sini yang sedang sibuk mengejar target, menikmati liburan, atau sekadar asyik dengan rutinitas sehari-hari?. Kanjeng Nabi Muhammad SAW pernah memberikan peringatan penting bagi kita semua, yaitu tentang kondisi umat di akhir zaman. Beliau bersabda bahwa akan datang suatu masa di mana umat Islam akan menyukai lima perkara, tetapi pada saat yang sama melupakan lima perkara penting lainnya.
Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat lembut (seperti kopi pahit di pagi hari) agar kita tidak terlena. Yuk, kita lihat lima pasang hal yang harus selalu kita seimbangkan dalam hidup.
Lima Keseimbangan Penting dalam Hidup
Nabi SAW menyebutkan lima hal yang sering kita cintai berlebihan, sampai-sampai kita melupakan pasangannya yang lebih kekal:
1. Suka Dunia, Lupa Akhirat
Kita semua pasti menyukai dunia (ad-dunya), entah itu harta, kenyamanan, atau kesuksesan. Namun, rasa suka yang berlebihan ini seringkali membuat kita melupakan akhirat (al-akhirah).
Intinya: Mencari dunia itu wajib, tapi jangan sampai ibadah kita hanya jadi ‘sampingan’ atau side job saja, ya, Dunia ini fana, sedangkan akhirat adalah tujuan abadi.
2. Suka Hidup, Lupa Mati
Tentu, kita semua ingin hidup enak, panjang umur, dan menikmati setiap momen. Tapi, ketika kita terlalu sibuk menikmati hidup, kita sering lupa menyiapkan bekal untuk kematian (al-maut).
Ingat: Mengingat kematian itu disebut Nabi sebagai penghancur kenikmatan (mukaddiratul ladzdzaat). Kenapa? Karena kesadaran akan kematian membuat kita tidak terlena dan malas-malasan dalam beribadah.
3. Suka Bangunan Megah, Lupa Kuburan
Umat akan suka membangun gedung-gedung atau rumah-rumah besar dan mewah (al-qusur). Tetapi, mereka melupakan kuburan (al-qubur) dan segala kesulitannya.
Pesan dari Nabi: Mau rumah kita sebesar istana, pada akhirnya, ‘kamar’ terakhir kita hanyalah kuburan. Mari kita seimbangkan, membangun rumah di dunia oke, tapi jangan lupakan ‘rumah’ kita di akhirat.
4. Suka Harta, Lupa Hisab
Kita pasti suka mengumpulkan harta dan benda (al-mal). Namun, kita jadi lalai dan lupa hisab (perhitungan) harta tersebut.
Waspada: Bahkan harta yang halal pun akan ada perhitungannya (hisabun) kelak. Apalagi harta yang didapatkan dari cara haram, itu pasti ada siksanya (adabun). Jadi, mencari rezeki gaspol, tapi jangan lupa audit kehalalannya.
5. Suka Makhluk, Lupa Pencipta
Umat lebih cenderung menyukai dan fokus pada makhluk (al-khalq). Mereka sibuk mencari perhatian dan keridaan sesama manusia, sampai-sampai melupakan Allah sebagai Pencipta (al-Khaliq).
Prioritas: Cintailah Allah di atas segalanya. Fokuslah mencari rida Allah. Jika rida Allah sudah kita dapatkan, insyaallah rida dan kasih sayang dari makhluk akan mengikuti.
Kunci Kebahagiaan
Mungkin kita pernah merasa hidup ini ruwet, sulit, dan penuh masalah. Itu wajar. Tapi, hikmah besar yang diajarkan oleh para ulama adalah bahwa kesulitan seringkali berakar pada diri kita sendiri, karena hati kita keras akibat lupa mati.
Ada kisah inspiratif tentang seorang suami yang ingin mati karena merasa hidupnya susah. Setelah diberi air (yang ternyata hanya air putih biasa yang didoakan Kiai), ia yakin akan meninggal 40 hari lagi.
Apa yang terjadi? Karena yakin umurnya tinggal sebentar, ia tiba-tiba berubah:
- Ia berbuat baik pada istrinya (membelikan perhiasan).
- Ia memanjakan anaknya.
- Ia berbaikan dengan saudaranya.
- Ia memberi hadiah pada tetangganya.
Perubahan sikap ini membuat orang-orang di sekitarnya juga berubah menjadi baik. Suami itu akhirnya sadar, “Ya Allah, ternyata hidup itu enak banget! Aku yang selama ini salah.”.
Pesan dari Kiai sangat jelas: “Wong iku nek urip kok kelingan pati, insyaallah ora sak-sakee dewe.” Artinya, orang itu kalau hidupnya ingat mati, insyaallah tingkah lakunya tidak akan sembarangan.
Doa Ringkas untuk Bekal Harian
Mari kita amalkan doa yang diajarkan Nabi SAW agar kita selalu dalam kesadaran dan keberkahan:
Allahumma Barikli fil Mauti wa Fima Ba’dal Maut
Artinya: “Ya Allah, berkahilah aku dalam kematian dan setelah kematian.”
Doa ini dianjurkan dibaca 25 kali setiap hari. Dengan membacanya, insyaallah kita akan mendapatkan pahala seperti orang yang mati syahid. Semoga kita semua dijadikan hamba yang selalu ingat bekal pulang, sehingga kita tidak akan bertingkah seenaknya. Amin

Sirojut Tholibin Situs Resmi Ponpes Sirojuth Tholibin, Brabo.