loader image
Breaking News

Keutamaan puasa Sembilan Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijah merupakan salah satu bulan yang di dalamnya identik dengan ibadah Haji dan berqurban. selain itu, ada juga beberapa kesunnahan-kesunnahan yang dapat kita lakukan. diantaranya yaitu dengan berpuasa mulai dari tanggal satu sampai tanggal sembilan bulan Dzulhijjah.

Dijelaskan dalam kitab Durratun Nasihin bahwasannya dari Abdullah Bin Abbas, dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: hari dimana Allah akan mengampuni anak adam adalah di awal hari di bulan Dzulhijjah. Barang siapa yang berpuasa di hari pertama bulan Dzulhijjah maka Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya.

Barang siapa yang berpuasa di hari ke dua maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang beribadah kepada Allah selama satu tahun dan selama satu tahun tersebut ia tidak pernah melakukan maksiat. Dan di hari kedua tersebut Allah juga mengabulkan doa nabi Yunus untuk dikeluarkan dari perut ikan Nun. Dan barang siapa yang berpuasa di hari ketiga, maka Allah akan mengbulkan semua doa-doanya.

Kemudian, barang siapa yang berpuasa di hari keempat maka Allah akan menghapus segala kesedihan dan kefakiran, dan di hari keempat juga, nabi isa dilahirkan. Serta barang siapa yang berpuasa di hari kelima maka ia akan terbebas dari sifat munafik dan juga terhindar dari azab qubur.

Barang siapa yang di hari keenam berpuasa, maka Allah akam membuka pintu-pintu kebaikan dan Allah akan melihat dengan pandangan rahmat dan kasih sayang. Barang siapa berpuasa di hari ketujuh dari bulan Dzulhijjah, maka Allah akan mengunci pintu-pintu neraka Jahannam sampai hari ke sepuluh bulan Dzulhijjah. Serta Allah akan mengunci 30 pintu dari sesuatu kesulitan dan akan membuka pintu kemudahan.

Barang siapa yang berpuasa pada hari ke delapan, atau yang biasa disebut dengan puasa tarwiyah, maka Allah akan memberikan pahala yang mana pahala tersebut hanya Allah yang tau. Serta barang siapa yang berpuasa di hari kesembilan atau yang biasa disebut dengan puasa ‘arafah, maka Allah akan menghapus dosa-dosa yang terdahulu dan yang akan datang.

Dan pada hari kesepuluh, barang siapa yang berqurban maka Allah akan menghapus dosa-dosanya beserta dosa keluarganya dari setiap darah-darah hewan, dagingnya meupun bulannya.

Diceritakan dari shofyan As stauri bahwa suatu ketika shofyan berjalan melewati sebuah pemakaman di daerah basyrah di suatu malam bulan Dzulhijjah. Kemudian shofyan melihat sebuah makam yang mengeluarkan cahaya, setelah melihat cahaya tersebut, shofyan berhenti sambil merenung. Kemudian keluarlah suara dari makam tersebut. “puasalah di sembilan hari pertama pada bulan Dzulhijjah wahai shofyan, maka kelak makam-mu akan bercahaya seperti makan ini wahai shofyan.[] Sutrisno ade

-dikutip dari kitab zubdatul Wa’idzin

About Redaksi Sirbin

Check Also

salah seorang dari keduanya melihat seekor burung yang sayapnya terpatah. Keduanya pun mengamati gerak-gerik burung yang tanganya terluka itu. Keduanya pun berfikir, apakah dengan sayap yang terluka burung itu dapat mencari makan sedangkan ia sendirian. Tak lama kemudian datanglah seekor burung lain dengan membawa makanan untuk diberikan kepada burung yang terluka.

Rezeki Sudah diatur oleh Sang Maha Kuasa

Dikisahkan pada suatu hari di sebuah desa, ada seorang pemuda yang sedang berdiskusi bersama dengan temannya. Keduanya sedang mendiskusikan sebuah ayat Al-Qur’an yakni surat Hut ayat 6

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Sirojut Tholibin

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca