Belajar Ikhlash, Istiqamah dan Silaturrahim dari Al Maghfurlah KH Drs. Ahmad Baidhowie Syamsuri, Lc. Brabo

Belajar ikhlas

Kata – kata ikhlas memang mudah diucapkan tapi berat sekali untuk dipraktekkan, namun sedikit demi sedikit kita meneladani Rasulullah, para ulama dan kiai. Diantara teladan keikhlasan al Maghfurlah, menurut sebuah kisah yang saya dengar, yaitu beliau selalu ikhlas dalam berdakwah. Saking ikhlashnya, pernah saat pulang ceramah, karena (waktu itu belum punya mobil) beliau naik ojek. Sudah biasa jika selesai ceramah, panitia memberi sesuatu (baca : bisyaroh). Karena panitia melihat mbah Dhowi (panggilan al Maghfurlah) naik ojek, panitia bilang ” niki mangkih damel bayar ojek yai “, gitu. Benar adanya saat tukang ojek pulang, semua yang diberikan panitia dikasihkan kepada tukang ojek. Sontak, saat dibuka di rumah, tukang ojeknya kaget karena isinya amplop banyak sekali. Setalah diklarifikasi kepada Romo Yai, beliau menjawab ” … iki mau pesene panitia kon nggo ngojek, dadi yoo iki rejekimu … “. Inilah satu diantara cerita tentang belajar ikhlash yang diajarkan guru kita.

Belajar Istiqamah

Sering kita membaca dan mendengar dawuh-dawuh beliau al Maghfurlah tentang Istiqamah dalam beribadah, khususnya qiyamul lail. Hampir saya ikut melihat setiap sepertiga malam ndalem beliau pasti sudah terang lampunya, pertanda beliau sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat tahajjud. Petikan dawuh al maghfurlah ” … Yen awakmu pengin padang kubure, tangiho sholat bengi, tapi yen pengin peteng kubure, yoo turuho ….”. Inilah diantara satu teladan beliau dalam ber istiqamah beribadah, baik sholat jamaah maupun sholat malam.

Belajar Silaturrahim

Yang terakhir ini teladan beliau al Maghfurlah tentang pentingnya silaturrahim , dawuh kanjeng Nabi yang sering disampaikan beliau al Maghfurlah ” Man ahabba an yubsatha lahu fi rizkihi wa yunsa`a lahu fi astarihi wal yashil rahimah ..” Barang siapa yang ingin ditambah rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka silaturrahim lah. Berangkat dari hadits diatas, beliau al Maghfurlah beserta ibu Nyai dan keluarga selalu menyempatkan silaturrahim kepada para kiai, famili dan alumni. Bahkan hampir banyak alumni-alumni yang sudah pernah dikunjungi rumahnya, khususnya saat melaksanakan akad nikah maupun sekedar pinarak menanyakan kabar nya.

Purwodadi, 12 Juli 2017

Gus Dur Bariklana Matur Suwun.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.