Antara “Dahulu” dan “Sekarang”

Selesai mengarang Zubad, Syaikh Ibnu Ruslan kemudian mengikat kitab karangannya itu dengan sebuah batu pemberat, lalu melemparkannya ke tengah lautan. Seseorang yang melihatnya menyayangkan tindakan beliau, Syaikh Ibnu Ruslan berkata, “Tenang saja, jikalau aku betul-betul ikhlas mengarangnya, kitabku tetap akan kembali ويبقى وجه ربك ذوالجلال والاكرام “

Benar, seperti yang beliau katakan, kitab Zubad tersangkut pada salah satu jaring milik salah satu nelayan yang kemudian dihaturkan kepada seorang alim untuk diteliti, kandungan isi kitab Zubad membuatnya takjub, sehingga beliau memerintahkan untuk menyebar, mengajarkannya,, sampai kemudian kembali lagi kepada Syaikh Ibnu Ruslan, Mushonnifnya .

# Kebanyakan orang yang berilmu zaman dahulu dalam segala hal, tak berharap apa apa kecuali mendapatkan Ridlo-NYA, berujung pada keberkahan kehidupannya. Entah bagaimana keadaaan orang yang berilmu zaman sekarang ?

اذا اردتم التقدم فعليكم بعلم المتقدمين واذا اردتم التاءخر فعليكم بعلم المتاءخرين

Jika ingin maju,, ikutilah ilmu, metodenya orang orang ( Sholih ) zaman dahulu
Jika ingin kemunduran ikutilah ilmu ; metode orang orang sekarang

(Ditulis dari berbagai sumber)

*) Tulisan dari Facebook Gus Shofi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.