Pak Mughizi dan Mbah Umar

KH. Umar Abdul Manan, AH.

KH. Umar Abdul Manan, AH.

Salah satu yang menonjol dari Mbah Umar adalah senang menghormati tamu, beliau tak pandang bulu dalam ikromudh dhuyuf. Bahkan terhadap non muslim sekalipun, beliau tetap nampak senang gupuh nyuguh .

Pak Mughizi adalah petugas listrik di wilayah Laweyan dan sekitarnya, otomatis beliau sering bertandang ke Pondok Al Muayyad mengukur, menagih bayaran listrik. Kebetulan beliau ini non muslim, keturunan china. Sering kali saat bertugas hanya memakai celana pendek dan tidak bisa berbahasa jawa halus . Meski demikian Mbah Umar menghormatinya dengan tanpa membeda bedakan latar belakangnya .

Mbah Umar dengan senang hati mengajak Pak Mughizi berbincang ringan, dalam rangka menjaga perasaannya, Mbah Umar menghindari berbicara mengenai agama. Sama sekali tidak pernah diajak untuk masuk Islam, hanya obrolan ringan mengenai keluarga, pekerjaan dan semacamnya .

Entah bagaimana ceritanya (Perkiraan saya, mungkin kepencut Akhlaknya Mbah Umar ) alhamdulillah Pak Mughizi mendapat hidayah masuk Islam, semuanya menyambut dengan suka cita. Saat beliau berkhitan, keluarga PP. Al Muayyad lah yang ” mandegani, mernah2ke ” hajat bersejarah dalam hidupnya. Konon, mengingat di keluarga besarnya tidak ada yang khitan, atas arahan Mbah umar , agar tidak repot dan bingung , Pak Mughizi mulai khitan sampai sembuh dirawat di Al Muayyad kamar 4 Pondok lama. So, pak mughizi juga santri, santri bermata sipit .

Sampai saat kemudian, setelah Mbah Umar wafat. Pak Mughizi bermimpi bertemu dengan Mbah Umar yang memerintahkannya agar segera berangkat haji. Pak Mughizi bergegas segera daftar haji dan matur kepada Mbahti ( Hj. Shofiyah Umar )

” Aku meh mangkat kaji, Pak Kyai Umar sing dawuhi njaluk dungane ..!”

” Alhamdulillah, nek tahun iki berarti bareng anakku, Nduk Mun karo Pak Baidlowie ….” Jawab Mbahti .

” Masya Allah, alhamdulillah. Pak Kyai Umar iki wis sedo tapi kok yo isih mikirke, mernah-mernahke aku, Alhamdulillah…. Alhamdulillah..”

* Mbah Umar sedo tahun 1980 Pak Mughizi berangkat haji tahun 1988, khusus Mbah Umar, Mbahti, Bapak Baidlowie, Pak Mughizi ….alfatihah….

* seandainya masih banyak yang seperti Mbah Umar yang santun, menghormati semua. Mungkin saja banyak Pak Mughizi Mughizi lain yang kepincut .

ولو كنت فظا غليظ القلب لا نفضوا من حولك

Berbagi ilmu:

Be the first to comment on "Pak Mughizi dan Mbah Umar"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*