Mendoakan Kebaikan

Seorang yang sedang mabuk berat bertanya kepada Ibrahim bin Adham

” Hai Fulan, tunjukkan kepadaku kemana jalan menuju rumahku ! ”

” Mari ikut bersamaku, aku tunjukkan kemana arahnya “.

Ibrahim bin Adham menuntun menuju pemakaman umum, tentu saja si pemabuk marah bukan kepalang, bahkan spontan Ibrahim bin Adham dipukulinya bertubi- tubi.

” Mau cari gara- gara kamu!!, saya minta ditunjukkan menuju rumah, malah kau tunjukkan kuburan, mau apa kamuu ?? ”

” Saya tidak cari gara gara, bukankah hakikatnya rumah yang sebenarnya adalah kubur “.

Si pemabuk semakin marah tak ter terkendali, Ibrahim bin Adham dipukulinya lagi, bahkan kali ini dengan cambuk. Setiap kali cambuk mengenai tubuh Ibrahim bin Adham beliau berdoa,

” Semoga Allah mengampunimu, semoga Allah mengampunimu …”

Kemudian datanglah orang yang melerainya,

” Hai pemabuk hentikan pukulanmu, tahukah engkau siapa yang kau pukuli ? ”

” Tidak tahu, memangnya siapa ?”

” Lihatlah dengan baik, beliau itu Ibrahim bin Adham, seseorang yang dulu memerdekakanmu “.

Begitu melihat bahwa di depannya benar benar Ibrahim bin Adham, seseorang yang dulu pernah menjadi tuannya. Ia menyesal seraya memohon maaf, sejurus kemudian bertanya

” Tuan, saya merasa aneh. Saat tuan saya pukuli, mengapa tuan malah mendoakan kebaikan kepada saya, memohonkan ampun atas kesalahan saya ? ”

Ibrahim bin Adham menjawab, ” Sebab engkau mendholimi aku, sebab engkau memukuliku, Allah akan memasukkanku dalam surgaNYA, Orang yang menyebabkan aku masuk surga tentu pantas kita balas dengan kebaikan – kebaikan, termasuk dengan doa – doa tadi “.
@resep berbuat baik kepada orang yang mendholimi#Ushfuriyyah

Berbagi ilmu:

Be the first to comment on "Mendoakan Kebaikan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*