Hikmah dari Kisah Nabi Ibrohim AS

        Saat Nabi Ibrohim Alaihis salam hendak dibakar oleh Raja Namrud.
Angin menawarkan bantuan, “ya Nabiyallah perkenankan hamba memadamkan apinya dengan tiupan”.

        Malaikat Jibril juga menawarkan bantuan, “ya Nabiyallah perkenankan hamba memadamkan apinya dengan sekali menginjaknya”.

        Langitpun tak mau ketinggalan, “ya Nabiyallah perkenankan hamba memadamkan apinya dengan menurunkan hujan deras”.

        Nabi Ibrohim AS menjawab, “Terimakasih atas tawaran kalian, tapi aku pasrahkan saja bagaimana Allah SWT menyelamatkan diriku. Aku memohon kepada-MU ya Allah, semoga Engkau memberiku nasib yang baik”.

Allah SWT menghendaki api tetap membakar namun terasa dingin bagi Nabi Ibrohim AS. Ia pun selamat tanpa luka sedikitpun. Api padam dengan tiupan, injakan kaki, terguyur air adalah hal biasa. Api tetap membakar tapi terasa dingin ini yang luar biasa.

Tabarakallah.
Jangan mendikte Allah. Mintalah kebaikan-kebaikan, tapi jangan meminta dengan memaksa yang ini itu. Pasrahkan saja kepada-NYA bagaimana baiknya! Skenariomu jelas kalah indah dengan skenario-NYA.

(Di sarikan dari tausiyah KH. Sya`roni Ahmadi dalam haul KH. Arwani di Kudus & temu Alumni PP. Yanbuul Qur`an)

*diambil dari facebook Gus Shofi

Berbagi ilmu:

Be the first to comment on "Hikmah dari Kisah Nabi Ibrohim AS"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*