Cerita Karamah Imam Malik

Imam Malik juga walinya Allah. Setiap kali tidur malam pasti bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, ia berkata “wallahi ma bittu lailatan illa waraaytu Rasulallahi SAW” (Demi Allah, aku tak pernah tidur malam kecuali aku pasti bermimpi bertemu Rasulullah SAW). Saking syuhudnya Imam Malik, selama hidup, ia tak pernah naik kuda di wilayah kota Madinah karena kawatir jika kaki kuda yang ia tunggangi menginjak tanah yang pernah diinjak oleh Rasulullah SAW. Ia juga tak pernah buang hajat di dalam kota Madinah. Ia selalu keluar dari kota tersebut karena tidak enak hati kepada Rasulullah SAW.
Dalam zaman Imam Malik, ada seorang wanita memandikan janazah perempuan. Saat sampai memandikan bagian alat vital mayat, wanita ini berkata dengan nada rendah “wanita ini pernah berzina dua kali semasa hidupnya”
Aneh, setelah berkata demikian, tangan wanita yang memandikan jenazah langsung melekat pada kelamin janazah. Semula, ia tak mengakui sedang apa berlama-lama di area itu. Ditanya orang di sekitarnya “sudah apa belum?” wanita ini selalu menjawab “sebentar lagi, sebentar lagi”. Setelah berjalan beberapa saat, ia kemudian mengaku, tangannya menempel di kelamin janazah, tidak bisa dilepas.
Menghadapi kasus ini, masyarakat meminta fatwa kepada ulama-ulama setempat. Ada yang berpendapat tangannya dipotong, sebagian berpendapat alat kelamin janazahnya saja yang dipotong. Semuanya tidak terjadi kata sepakat. Terakhir, kasus ini dimintakan fatwa kepada Imam Malik.
Imam Malik menunduk sejenak lalu berfatwa “Orang ini telah menuduh mayit telah melakukan zina. Hukuman orang yang menuduh zina adalah dicambuk 80 kali”. Setelah fatwa dijalankan, tangan pemandi janazah tadi bisa lepas dari alat vital mayit secara otomatis.
Usai kejadian ini, ada kesepakatan ulama, selama Imam Malik masih hidup di Madinah tidak ada seorangpun yang boleh memberikan fatwa kecuali Imam Malik.

 

KH. Zuhrul Anam, Banyumas

Berbagi ilmu:

Be the first to comment on "Cerita Karamah Imam Malik"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*