Buah Keistiqomahan Sebuah Amalan di Bulan Rajab

Diceritakan dalam kitab Muksyafatul Qulub (hal. 296) karangan Imam Ghozali, pada suatu masa terdapat seorang perempuan ahli ibadah dari baitul maqdis yang mana setiap harinya istiqomah membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 12 ribu kali di bulan Rajab.

Selain itu, wanita tersebut hidup dengan sederhana yang terlihat dari cara berpakaiannya dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan mengenakan Shof (pakaian dari bulu kambing).

Hingga suatu hari, wanita tersebut jatuh sakit dan sakit yang dideritanya bertambah parah. Menjelang ajal menjemputnya, ia berwasiat kepada anaknya agar ketika ia mati nanti minta dikafani dengan shof yang biasa ia gunakan.

Ketika perempuan tersebut meninggal, anaknya tadi lupa akan wasiat yang diberikan ibunya agar mengafani dengan pakaian yang biasa dikenakannya. Namun, justru ia membelikan kain yang baru dengan harga yang mahal dan mengafani dengan kain mahal itu.

Syahdan, pada suatu malam anak tersebut bermimpi bertemu ibunya,

“Wahai anakku aku tidak ridha kepadamu, karena kamu tidak melaksakan wasiatku” ucap ibu tersebut kepda anaknya.

Mendengar ucapan sang ibu, sontak anak tersebut kaget dan ketakutan karena ia tak melaksanakan wasiat dari ibunya. Akhirnya ia pun bergegas mencari shof yang biasa dikenakan ibunya. Setelah menemukannya, ia langsung menuju ke tempat dimana ibunya dimakamkan guna untuk melaksanakan apa yang telah diwasiatkan kepadanya.

Sesampai di pemakaman, anak tersebut menggali kuburan ibunya dengan sungguh-sungguh dengan harapan agar ia segera menemukan jasad ibunya. Betapa bingung dan terkejutnya tatkala ia tak mendapati jasad sang ibu dalam liang kuburnya.

Sang anak pun sangat kecewa dan sedih karena ia tidak dapat melaksanakan keinginan yang terakhir dari ibunda tercinta.

Tidak lama kemudian terdengar sebuah suara yang berucap :

“Tidakkah engkau tahu, bahwa barang siapa taat dan beribadah kepada kami di bulan Rajab, maka dia tidak akan kami tinggalkan sendirian di dalam kubur”

Ternyata, Ibundanya telah dirafa’, diangkat jasad beserta ruhnya untuk bersemayam disisi Allah Ta’ala.

Begitulah gambaran dari seseorang yang istiqomah berdzikir kepada Allah di bulan Rajab, tak hanya ruhnya saja yang diangkat derajatnya. Namun, Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat beserta jasad orang tersebut ke tempat yang mulya di sisi-Nya. Karena Allah tidak akan meninggal seseorang yang bertaqwa tinggal sendirian di dalam kuburnya.

(Farid/Riyan)

Editor : M. Ulinnuha Karim

Berbagi ilmu:

Be the first to comment on "Buah Keistiqomahan Sebuah Amalan di Bulan Rajab"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*