” Aku Menyayangi Hamba-Hamba Ku Melebihi Sayangnya Hamba pada Dirinya Sendiri”.

Dalam satu riwayat : ketika Nabiyyulloh Ibrahim as diberi penglihatan kerajaan langit dan bumi ( و كذلك نري ابراهيم ملكوت السموات و الارض ) melihatlah dia orang yang bermaksiat amat buruk. Maka diapun berdoa, ” Ya Rabb, binasakan dia yang bermaksiat itu. Dia makan dari rizqiMu, hidup di atas bumimu akan tetapi menentang perintahMu “. Alloh SWT mendiamkan Nabi Ibrahim as. Kemudian Ibrahim melihat orang lain yang juga bermaksiat, dan berdoalah dia , “Ya Rabb, hancurkanlah dia “.

Maka terdengar suara ; ” Wahai Ibrahim hentikan kebencianmu pada hamba-hambaKu. Di manakah kasih sayangmu pada manusia. Aku lebih sayang dengan hambaKu dari pada kamu. Barangkali mereka bertaubat dan Aku menerima taubatnya “.

” Wahai Ibrahim hukumanmu tiada lain harus menyembelih anakmu.! ”

Maka ketika telah memegang pisau untuk menyembelih anaknya, Diapun berkata:

: اللهم هذا ولدي وثمرة فؤادي وأحب الناس الي

” Ya Rabb … ini adalah anakku , buah hatiku dan manusia yang paling ku cintai “.
Maka terdengarlah suara, ” Wahai Ibrahim, tidakkah tadi malam ketika aku perlihatkan isi manusia di bumi engkau minta Aku untuk membinasakan hambaKu ?. Tidakkah engkau mengerti bahwa Aku lebih sayang pada hambaku daripada sayangnya hamba kepada dirinya sendiri dan sayangmu kepada anakmu ?. Jika engkau memerintahkanKu untuk membinasakan hambaKu satu demi satu maka Aku perintahkan padamu untuk menyembelih anakmu satu demi satu. “(Iqodz al-himam ; ibn Ajibah rakhimahulloh)

Demikianlah piwulang Alloh SWT pada NabiNya. Maka hendaklah dibuat ibrah bagi kita. ” Siapa orang yang melihat rahasia (keburukan) orang lain sedangkan dia tidak memiliki budi pekerti belas kasih (Rakhmat Ilahiyyah) maka penglihatannya itu merupakan fitnah bagi yang melihat itu, dan menjadi sebab datangnya landrat Gusti Alloh SWT”. Demikian kesimpulan dari Syaikh Ibnu Athoillah rakhimahulloh.

Jika kita melihat keburukan orang sedangkan kita belum siap mental, maka kita akan merasa lebih baik, lebih suci. Rasa yang akan menimbulkan ujub dan takabbur yang sangat dimurka oleh Gusti Alloh SWT. Hati-hati shobat. Kewajiban membasuh hati sama dengan kewajiban kita untuk berwudlu, mandi wajib dan bersuci yang lain.

Semoga bermanfa’at

*) Tulisan dari Facebook Gus Shofi

 

 

 

Berbagi ilmu:

Be the first to comment on "” Aku Menyayangi Hamba-Hamba Ku Melebihi Sayangnya Hamba pada Dirinya Sendiri”."

Leave a comment

Your email address will not be published.


*