Di Baghdad, pernah terjadi kemarau panjang, tidak ada pepohonan yang tumbuh saat itu
Inisiatif sholat istisqo’ pun dilakukan sampai berkali kali Dan kali ini adalah yang kesekian kalinya dengan puasa 3 hari sebelumnya serta membawa hewan piaraan masing-masing.Tidak tanggung-tanggung, para ulama besar turut berpartisipasi dalam kegiatan itu termasuk diantaranya adalah Malik bin Dinar dan Shalih Al Mahri, tokoh sufi terkenal yang melegenda.Hujanpun tak kunjung datang hingga Malik dan Shalih melanjutkan munajatnya sampai senja hingga larut malam pun menyambut Di tengah keheningan malam, ada orang berkulit hitam melakukan sholat beberapa rakaat. Untaian doapun ia panjatkan Dalam lirih suara doanya didengar para pemuka sufi tersebut…”Ya Allah, kami telah dilanda kekeringan panjang, pepohonan tidak dapat tumbuh, sumurpun kering, hewan kehausan” begitulah kiranya kutipan doa yang ia adukan kepada sang Tuhan Hawa dingin segera menyelimuti berbagai penjuru masjid malam itu, disambut gerimis kecil begitu terasa setelah orang hitam mulai berdoa setelah beberapa kalimat sampai pada akhirnya hujan sangat deras datang membawa rahmat di malam itu. Usai melakukan kegiatan di masjid, orang itu terburu-buru keluar, meski disapa oleh para sufi, orang itupun seperti tak mau tahu, ia hanya berkata bahwa ia adalah seorang budak yang harus segera kembali kepada majikannya. Nakhas nama majikannya, ia adalah juragan budak di zamannya.Memang tidak lama hanya sekilas bicara, ia langsung meninggalkan masjid tempat ia sholatSaat pagi tiba, kedua sufi mencoba untuk mendatangi rumah juragan hamba sahaya dengan maksud ia akan menemukan orang yang dijumpai tadi malam Assalamualaikum, diantara mereka mengucapkan salam bermaksud untuk bertemu dengan sang Juragan Waalaikumussalam, sahut sang juragan, ada maksud apa Anda ke sini ?
Kedua sufi menjawab “Aku ingin membeli budak yang berkulit hitam”Waduh, jawab sang juragan, 100 budak yang kumiliki semua hitam Ya sudah, kita seleksi saja, barangkali ada orang yang kami maksud, begitu pinta tamu ini
Mmm, silahkan…. begitu juragan mempersilahkan dengan memanggil budaknya satu persatu
Namun, akhirnya tidak berhasil nihil. Tidak ada satupun wajah di antara mereka yang sama dengan orang yang ditemui tadi malamMasih ada lagi tidak ? Tanya calon kedua pembeli ini Sang penjual menjawab, o, iya masih ada satu budak lagi, namun ia sekarang sedang tidur, namanya Maemun, ia sudah tua, kalau malam ia tidak pernah tidur, dan tidurnya saat siang hari, coba saya panggilkan. Setelah si Budak Maemun datang, kedua sufi berujar, nah…… ini orang yang kami cari Ini orang saya beli seharga 2000 dinar (sekarang senilai sekitar 600 juta) Juragan berkata kepada Maemun… Maemun ! Engkau akan dibeli orang ini seharga 2000 dinar, maka ikutlah kepadanya !Lho, kenapa aku dibeli dengan seharga itu ? aku sudah tua, badanku kurus, aku sudah tidak dapat berkarya apa-apa.Maemun, sahut Malik bin Dinar, aku beli engkau bukan karena karyamu, namun karena tadi malam Pucat menyelimuti wajah orang satu ini, ia takut karena rahasianya sepertinya mulai terbongkar Kemudian, ia meminta izin melakukan sholat 2 rakaat Dalam sujud sholatnya, ia berdoa kepada Allah, Ya Allah, mengapa engkau membuka tabir rahasiaku, aku takut dengan ini…….. dan akhirnya ia meninggal dalam keadaan sujud sholatnya >>Bukan tidak mungkin orang yang secara lahiriyah derajatnya lebih rendah dari pada kita, ia juga lebih rendah dairi pada kita menurut Allah SWT Maka, mari jangan menganggap remeh, hina siapapun ia…. Siapa tahu, ia adalah orang yang dikasihi Allah, sehingga ketika ia menyakitinya baik secara lahir maupun batin akan mengakibatkan murka Allah SWT Semoga kita tetap di bawah naungan hidayahnya, amin
