Amalan Doa Rabu Terakhir di Bulan Shafar
Imam Fariduddin Syakar Kan dalam kitab Awrad al-Khawajah Mughniddin, seperti yang disebutkan pula dalam kitab Al-Jawahir al-Khams, mengatakan Asy-Syaikh Al-Buni di dalam kitab Al-Firdaus menyebutkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan bala pada hari Rabu terakhir bulan Shafar antara langit dan bumi.Lalu diterima oleh Malaikat Quthbul Gauts yang menyebarkannya ke penjuru alam. Apapun yang terjadi berupa kematia, bala atau musibah itu adalah yang disebarkan oleh Quthbul-Gauts.
Karena itu, barang siapa ingin selamat dari semua bala dan musibah itu hendaklah melakukan shalat 6 rakaat. Pada rakaat ke-1 membaca surat Al-Fatihah dan ayat Kursi, dan rakaat ke-2 membaca surat Al-Ikhlas, demikian seterusnya. Setelah usai melakukan shalat, bershalawat kepada Nabi SAW dengan Shalawat apapun dan membaca doa berikut ini :
Seorang ulama shalihin juga menyebutkan bahwa hari rabu terakhir bulan Shafar merupakan Yaumu nahsin Mustamirr (hari yang penuh dengan bala), maka disunnahkan pada hari itu membaca surah Ya-Sin, dan ketika sampai pada bacaan “salamun qowlam-mirrabbirrahim” hendaklah mengulang2nya sebanyak 313X. Setelah selesai membaca surah, hendaklah membaca doa berikut :




KH.Mustofa Bisri(Gus Mus) berfatwa kalau dikampung-kampung masih ada orang yang menjalankan sholat rebo wekasan, ya niatnya saja yang harus diubah. Jangan niat sholat Rebo wekasan, tapi niat sholat sunat gitu saja, atau niat sholat hajat walau hajatnya minta dijauhkan dari bala’, pokoknya jangan niat sholat Rebo wekasan karena memang nggak ada dasarnya. Dan kepada mereka yang jadi panutan masyarakat harus menjelaskan soal ini.” Shalat sunnah lidaf’il balaa ini tak harus dilakukan di hari rabu terakhir bulan safar, tapi dimana kala ketika kita merasa firasat buruk akan adanya bala bencana.
Sholat-sholat sunnah yang tidak tercantum dalam kitab mu’tabaroh menurut NU sebaiknya dianggap/diniati sholat mutlak dan dilakukan TIDAK berjamaah, untuk tidak menimbulkan anggapan “kesunnahan” bagi orang awwam dan menghindari NU dicap sbg organisasi yang tidak ilmiah.