Pengajian Ramadhan

PENGAJIAN RUTIN RAMADHAN

PONDOK PESANTREN SIROJUTH THOLIBIN

 

“Pilihan Allah SWT  Adalah Pilihan Terbaik”

 

Brabo- Suatu ketika Lukman Hakim mengajak putranya kekota dengan mengend arai  Unta. Sepanjang perjalanan, keduanya harus melewati padang sahara, dalam perjelanan tersebut. Putranya terkena musibah. Kakinya tertusuk tulang lancip. Sehingga putranya tadi  pingsan, tetapi bagi Lukman Hakim musibah yang dideritnya saat itu merupakan pilihan Allah SWT yang terbaik. Maka, dirawatlah putranya tadi sampai berjam-jam. Padahal mereka berdua akan sampai di pusat kota. Selesai merawatnya tiba-tiba muncul keajaiban, kota yang tadi sudah terlihat dengan jelas didepan mata Lukman Hakim berubah menjadi  hamparan pasir yang luas. Pupuslah harapan keduanya untuk ke Kota. Namun semua itu diterimanya dengan pasrah. Sejurus kemudian munculah seseoran penunggang kuda menghampirinya dan menjelaskan bahwa ia adalah malaikat Jibril yang diutus oleh Allah SWT untuk memberikan kabar bahwa kota  yang akan didatanginya itu telah terkena adzab dari Allah SWT. Dimana sebelumnya Allah SWT memerintahkan kepada malaikat Jibril untuk membalikkan kota tadi. Saat tugas akan dilaksanakan, malaikat Jibril dicegah oleh malaikat Khafadhoh karena lukman Hakim dan putranya akan mendatangi kota tadi, sehingga Allah SWT memerintahakan malaikat untuk mendatangkan musibah kepada putranya dengan terkena tulang lancip dikakinya, agar tidak cepat-cepat sampai di kota itu. Cerita tadi memberikan kesimpulan bahwa ternyata musibah itu adalah pilihan terbaik dari Allah SWT. Tutur  Bapak H. M. Shofi Al Mubarok Baidlowie dalam pengajian rutin ramadhan di Masjid Al Muhajirin Ponpes. Sirojuth Tholibin desa Brabo, Kec. Tanggungharjo. Jum’at siang (19/8/2011).

Beliau menambahkan lewat sebuah cerita dari Syaih Syaqiq Al Bahi yang memanggil muridnya Syaih Alhatim Al Ashom

“wahai Al Hatim kamu sudah belajar kepadaku selama 33 tahun, apa yang engkau dapatkan dalam pengembaraan menuntut ilmu selama itu?”tanya Syaih Syaqiq Al Bahi kepada muridnya itu.

“saya belajar selama itu hanya mendapatkan 8 masalah saja” jawab Syaih Al Hatim kepad gurunya

“selama 33 tahun engkau hanya mendapatkan 8 masalah saja” gurunya keheranan

“ya…. Guru” “apa 8 hal itu?” tanya Syaih Syaqiq

“kedelapan hal tadi adalah :

Pertama, setiap manusia itu mempunyai kesenangan sendiri-sendiri, ada yang senang pada harta, pangkat, istri, dan anak, dll. Akan tetapi  semua itu tidak setia menemani manusia tadi ketika meninggal dunia. Hanya amal sholeh saja teman setia orang tadi.  Maka saya akan selalu beramal sholeh.

Kedua, dalam firman Allah فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى ,وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى pada surat An Nazi’at ayat 40-41 dijelaskan Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka, sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya). Melihat dari firman Allah SWT tadi. Maka, saya akan menahan hawa nafsu yang selalu mempengaruhiku.

Ketiga, dalam firman Allah SWT pada surat An Nahl ayat 96 dijelaskan bahwa apa yang disisimu akan lenyap, dan apa yang disisi Allah akan adalah kekal ( amal jariyah). Maka, saya akan senantiasa mencoba untuk bersedekah.

Keempat, banyak orang yang membanggakan harta dan pangkatnya kepada orang lain, padahal Allah SWT berfirman dalam surat Al Hujrat ayat 13 yang berbunyi إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ yang artinya sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah SWT ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui dan maha mengenal. maka saya akan selalu meningkatkan ketaqwaanku kehadirat Allah SWT.

Kelima, banyak orang yang salig menghina, mencela kepada orang lain, itu semua karena adanya sifat hasud (iri) dihati mereka. Maka, saya akan membuang jauh-jauh sifat hasud.

Keenam, banyak orang yang mengmusuhi teman sendiri ataupun orang lain. Padahal yang patut untuk dijadikan mungsuh adalah Syaitan sebagimana dalam surat Fathir ayat 6 yang berbunyi إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا yang artinya sesungguhnya Syaithan itu mungsuh bagimu, maka anggaplah ia mungsuhmu. Oleh karena itu saya akan memaafkan semua orang yang telah menyakitiku dan menjadikan Syaithan sebagai mungsuh utama.

Ketujuh, banyak orang yang mengumpulkan rizki dengan cara tidak halal. Ia berusaha menghalalkan semua cara karena hawatir akan miskin, padahal Allah telah berfirman dalam surat Hud ayat 6 وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا yang artinya dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi melainkan Allah-lah yang memberi rizqinya.

Kedelapan, banyak orang yang dalam hidupnya senantiasa menggantungkan apa yang ia miliki semisal tanah, harta teman kerja padahal Allah SWT telah berfirman dalam surat Ath Tholaq ayat 3 : وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ yang artinya dan barangsiapa bertawakal kepada Allah SWT niscayaAllah akan mencukupi keprluannya. Acara yang dikuti oleh bapak-ibu dari masyarakat Brabo tersebut berakhir pukul 04.00 sore. (eNKa)

About adminbrabo