Isro’ Mi’roj

MI’ROJ  KITA ADALAH SHOLAT

 

Sudah menjadi kesepakatan oleh jumhurul ulama’ bahwa peristiwa isro’ mi’roj Nabi agung Muhammad SAW jatuh pada bulan Rajab, perjalanan Beliau  dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha untuk selanjutnya ke Sidrotul Muntaha menghadap kehadirat Allah SWT itu dilakukan dengan ruh dan jasad, hingga sebuah perintah sholat 5 waktu.

Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki dalam kitabnya “Wahuwa fi ufuqil a’la” menerangkan bahwa ketika Allah menjadikan mi’roj Nabi Muhammad SAW dengan jasad dan ruh ke langit sebagai sebuah  mu’jizat, maka Allah menjadikan sholat 5 waktu sebagai mi’roj umat Nabi Muhammad SAW berupa ruh.

 

Maksudnya bahwa umat Nabi Muhammad SAW pada dasarnya juga melakukan mi’roj berupa ruh kehadirat Allah SWT berupa sholat 5 waktu.

 

Peristiwa isro’ mi’roj Nabi adalah sebuah bentuk pengayem (mendamaikan hati) beliau setelah melalui berbagai  rintangan dalam proses da’wah islami, begitu juga dalam sholat, Allah SWT menjadikan sholat sebagai bentuk pengobat hati yang susah  bagi hambanya, sehingga ada sebuah ungkapan

جعلت قرة عينى في الصلاة

 

Artinya dalam sholat ditemukan sebuah ketenangan jiwa.

 

Namun, jika sholat kita tidak dapat memberikan pengaruh pada diri kita, maka tidak terus lantas putus asal, akan tetapi kita harus berusaha semaksimal mungkin bagaimana agar sholat kita khusu’.

 

من لم تنهى فى صلاته عن الفحشاء واالمنكر لم يزد د من الله الا بعداً

 

 

Artinya : barang siapa jika ibadah sholatnya tidak bisa mencegah perbuatan tercela dan kemungkarang maka ia akan jauh dari A;llah SWT.

 

Lantas, bagaimana  menciptakan sholat yang khusu’ ?

Mari kita perhatikan dalam proses Isro’ Mi’roj, bahwa sebelum Beliau melakukan perjalanan agung tersebut, sebelumnya nabi disucikan hatinya dengan air Zam Zam oleh Malaikat jibril dengan cara membedah dada beliau. Begitu juga ketika menjelang sholat, semua penyakit hati  semisal iri, dengki, takabur dll. harus kita bersihkan dahulu.

Terus dalam perjalanan agung tersebut,  Nabi menaiki  kendaraan Buroq, sebuah kendaraan berupa hewan yang jangkahannya sampai mata memandang ditanah lapang. Begitu juga dalam sholat pandangan kita harus jauh kedepan dengan mengedepankan akhirat dari pada dunia

Sehingga Mi’roj kita berupa Sholat akan memberikan pengaruh yang bearti pada diri kita dan kita tergolong dari الذين هم فى صلاتهم خاشعون  Amin……

 

 

eNKa Brabo Jum’at 24 Juni 2011

 

 

 

  • Disarikan dari Khotbah Bapak KH. M. Shofi Al Mubarok
  • Jika ada kesalahan dalam makalah mohon untuk dibenarkan

 

 

 

 

About adminbrabo