Mari Sambut Bulan Rojab Yang Mulia

Bulan Rajab  adalah satu diantara asyhurul hurum (bulan-bulan  yang dimuliakan oleh Allah SWT), orang Arab menyebut mulia dengan ungkapan haram karena biasanya hal-hal yang mulia itu banyak larangannya, banyak aturannya  misalnya surga itu mulia maka untuk mencapai kemuliaan masuk surga, seorang hamba harus mengikuti banyak aturan serta menghindari banyak larangan. Berbeda dengan neraka, untuk mencapainya seorang hamba bisa bertindak semaunya tanpa aturan. Begitu pula kalau kita mencermati perilaku seorang yang mulia tentu berbeda dengan prilaku orang awam yang  cenderung bertingkah polah semaunya sendiri. Nah, di bulan Rajab  sebagaimana  bulan–bulan mulia lainnya Allah SWT menjadikannya sebagai bulan yang mulia dengan membuat aturan–aturan khusus seperti  larangan berperang, berlipat gandanya pahala, besarnya dosa dsb.

 

Sungguh beruntung seorang hamba yang diberi taufiq oleh Allah SWT menggunakan kesempatan baik di bulan Rajab  dengan mengisinya untuk hal-hal yang baik seperti : memperbanyak melakukan sholat-sholat sunnah, berdoa, memperbanyak istighfar dan amal-amal sholih yang lain. Diriwayatkan dari shohabat Anas RA : Saat tiba bulan Rajab  Rosululloh SAW berdoa :

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab  dan Sya`ban, panjangkan umur sehingga berkesempatan menjumpai bulan ramadlan.

Mengenai sholat roghoib, puasa khusus bulan Rajab , Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky menegaskan bahwa tidak ada dalil shohih yang menerangkan hal itu. Hanya ada riwayat dari Abi Qilabah seorang tabi’in yang berkata : Di surga ada istana yang khusus dipersembahkan untuk orang yang berpuasa sunnah. Lebih lanjut mafhumnya Sayyid Muhammad bin alawy al Maliky menganjurkan untuk mengisi bulan Rajab  dengan memperbanyak melakukan kebaikan kebaikan berupa sholat sunnah, puasa sunah dengan metode dan dasar yang shohih seperti sholat tasbih, sholat tahajjud, puasa sunah mutlak dan lain sebagainya. Wallahu a`lam.

 

Peristiwa yang tak bisa terpisah dari bulan Rajab adalah peristiwa Isro` Mi`roj. Perjalanan spiritual Rosululloh SAW  dimulai dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsho kemudian dilanjutkan menuju Sidrotil Muntaha untuk menerima perintah sholat dari Allah SWT.  Sebuah keterangan menarik dari kitab dikriyat wa munasabat karya Sayyid Muhammad Bin Alwy Al Maliky bahwa ada hubungan yang sangat erat antara sholat dengan mi`roj Rosululloh SAW yaitu jika mi`roj Rosululloh SAW dilakukan dengan perjalanan nyata badan dan ruh beliau menghadap Allah SWT maka mi`roj umatnya dilakukan hanya dengan ruh mereka menghadap Allah SWT melalui sholat . Kendaraan yang menghantarkan Rosululloh SAW sehingga sampai kepada Allah SWT adalah seekor buroq yang kaki depannya dapat menjangkau apa yang di lihat , maka ummatnya yang melakukan mi`roj dengan sholat untuk sampai kepada Allah SWT juga harus menggunakan kendaraan yang sifatnya sama yaitu hatinya meyakini dengan benar kelak di depannya ada kehidupan setelah kehidupan di dunia ini sehingga orientasi hidupnya hanya pada tujuan kehidupan abadi di akhirat . Dari sinilah kita bisa mengetahui dengan baik mengapa mi`roj umatnya tidak sampai pada tujuan.Sebuah hadist menerangkannya Rosululloh SAW bersabda :

من لم تنهه صلاته عن الفحشاء والمنكر لم يزدد من الله الا بعدا

Barang siapa yang sholatnya tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar maka ia tidak bertambah dari Allah SWT kecuali bertambah jauh . Wal iyaadz billah

 

Wal hasil , Marilah kita gunakan kesempatan baik di bulan Rajab  dengan sebaik baiknya termasuk  memperbaiki sholat yang merupakan  mi`roj umat Muhammad SAW , kepada diri kita masing masing mari kita bertanya sudahkah sholat kita sampai pada tujuannya ?  wallahul musta`an . semoga selamat sampai tujuan.

 

HM. Shofi Al Mubarok

About a- Em